Artikel
berikut ini akan membahas mengenai klasifikasi atau tipe dari diabetes melitus. Mari kita simak bersama..
Klasifikasi Diabetes Melitus
Klasifikasi
etiologis diabetes melitus menurut American Diabetes
Association (ADA) 2010, dibagi dalam 4 jenis yaitu:3,4,5
- Diabetes Melitus
Tipe 1
Diabetes melitus tipe 1 terjadi pada usia muda, < 40 tahun. Diabetes melitus tipe 1 terjadi karena adanya
destruksi sel beta pankreas karena proses imunologik ataupun idiopatik. Pada diabetes melitus tipe ini terdapat sedikit atau tidak sama sekali sekresi insulin, umumnya
menjurus ke defisiensi insulin absolut. Manifestasi klinik pertama dari penyakit
ini adalah ketoasidosis diabetik.3,4,5
- Diabetes Melitus
Tipe 2
Penderita
diabetes melitus tipe 2 bervariasi meliputi, predominan resistensi insulin disertai
defisiensi insulin relatif atau dominan defek sekresi insulin disertai
resistensi insulin. Pada penderita terjadi hiperinsulinemia tetapi insulin
tidak bisa membawa glukosa masuk ke dalam jaringan karena terjadi resistensi
insulin yang merupakan turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan
glukosa oleh jaringan perifer dan untuk menghambat produksi glukosa oleh hati.
Oleh karena terjadinya resistensi insulin (reseptor insulin sudah tidak aktif
karena dianggap kadarnya masih tinggi dalam darah) akan mengakibatkan
defisiensi relatif insulin. Hal tersebut dapat mengakibatkan berkurangnya
sekresi insulin pada adanya glukosa bersama bahan sekresi insulin lain sehingga
sel beta pankreas akan mengalami desensitisasi terhadap adanya glukosa.3,4,5
Onset
diabetes melitus tipe ini terjadi perlahan-lahan karena itu gejalanya asimtomatik. Adanya
resistensi yang terjadi perlahan-lahan akan mengakibatkan sensitivitas reseptor
akan glukosa berkurang. Diabetes melitus tipe ini sering terdiagnosis setelah terjadi
komplikasi.3
- Diabetes Melitus
Tipe Lain
Diabetes melitus tipe ini terjadi karena etiologi lain, misalnya pada defek genetik fungsi sel
beta, defek genetik kerja insulin, penyakit eksokrin pankreas, endokrinopati,
karena obat/zat kimia, infeksi virus, penyakit autoimun, dan kelainan genetik
lain.3,4,5
- Diabetes Melitus
Gestasional
Diabetes
Melitus Gestasional merupakan suatu gangguan toleransi karbohidrat (Toleransi Glukosa Terganggu, Glukosa Darah Puasa Terganggu, Diabetes Melitus) yang terjadi atau diketahui pertama kali pada masa kehamilan sedang
berlangsung, biasanya pada trimester kedua dan ketiga. Diabetes melitus gestasional
berhubungan dengan meningkatnya komplikasi perinatal. Penderita diabetes melitus gestasional
memiliki risiko lebih besar untuk menderita diabetes melitus yang menetap dalam jangka waktu
5-10 tahun setelah melahirkan.3,4,5
Berikut pembahasan mengenai diabetes melitus dalam blog ini meliputi epidemiologi diabetes melitus, definisi diabetes melitus, faktor risiko diabetes melitus, diagnosis dan pemeriksaan penyaring (screening) diabetes melitus, tipe atau klasifikasi diabetes melitus, dan komplikasi diabetes melitus.
Berikut pembahasan mengenai diabetes melitus dalam blog ini meliputi epidemiologi diabetes melitus, definisi diabetes melitus, faktor risiko diabetes melitus, diagnosis dan pemeriksaan penyaring (screening) diabetes melitus, tipe atau klasifikasi diabetes melitus, dan komplikasi diabetes melitus.
Referensi:
- Perkumpulan Endokrinologi
Indonesia. 2011. Konsensus
Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia 2011.
- Suyono, Slamet. Diabetes Melitus di Indonesia. Dalam
: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.
Edisi IV. Jakarta: InternaPublishing Pusat Penerbitan Departemen Ilmu
Penyakit Dalam FKUI/RSCM.
- Ndraha, Suzanna. 2014. Diabetes Melitus Tipe 2 Dan Tatalaksana
Terkini. Medicinus Vol. 27, No. 2, Agustus 2014: 9-16.
- Purnamasari, Dyah. Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes
Melitus. Dalam : Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M,
Setiati S. 2006. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam. Edisi IV. Jakarta: InternaPublishing Pusat Penerbitan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM.
- Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia. 2014. Panduan Praktik
Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. Jakarta.
hlm 423-434.
- Soewondo, Pradana. Ketoasidosis Diabetik. Dalam :
Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.
Edisi IV. Jakarta: InternaPublishing Pusat Penerbitan Departemen Ilmu
Penyakit Dalam FKUI/RSCM.
- Soewondo, Pradana. Koma Hiperosmolar Hiperglikemik Non
Ketotik. Dalam : Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M,
Setiati S. 2006. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam. Edisi IV. Jakarta: InternaPublishing Pusat Penerbitan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM.
- Soemadji, Djoko Wahono. Hipoglikemia Iatrogenik. Dalam :
Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.
Edisi IV. Jakarta: InternaPublishing Pusat Penerbitan Departemen Ilmu
Penyakit Dalam FKUI/RSCM.
- Waspadji, Sarwono. Komplikasi Kronik Diabetes: Mekanisme
Terjadinya, Diagnosis, dan Strategi Pengelolaan. Dalam : Sudoyo AW,
Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jakarta:
InternaPublishing Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar