Sabtu, 09 Januari 2016

Diabetes Melitus (3)

Artikel berikut ini akan melanjutkan pembahasan mengenai diabetes melitus. Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai epidemiologi dan definisi dari diabetes melitus. Pada artikel berikut akan membahas mengenai faktor risiko dari diabetes melitus. Mari kita simak bersama..

Semakin besar faktor risiko diabetes melitus yang dimiliki oleh seseorang, semakin besar pula kemungkinan orang tersebut menderita diabetes melitus. Berikut ini merupakan faktor risiko diabetes melitus:4,5
1. Individu dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) > 25 kg/m2
2. Aktivitas fisik kurang
3. Riwayat keluarga mengidap diabetes melitus pada turunan pertama (first degree relative)
4. Kelompok etnis dengan risiko tinggi diabetes melitus (African American, Latino, Native American, Asian American, Pacific Islander)
5. Wanita dengan riwayat melahirkan bayi dengan berat > 4000 gram atau riwayat Diabetes Melitus Gestasional (DMG)
6. Hipertensi (tekanan darah > 140/90 mmHg atau sedang dalam terapi obat anti hipertensi)
7. Kolesterol HDL < 35 mg/dL dan/atau trigliserida > 250 mg/dL atau sedang dalam pengobatan dislipidemia
8. Wanita dengan riwayat PCOS (Polycistic Ovary Syndrome)
9. Riwayat toleransi glukosa terganggu (TGT) atau glukosa darah puasa terganggu (GDPT)
10. Keadaan lain yang berhubungan dengan resistansi insulin (obesitas, akantosis nigrikans)
11. Riwayat penyakit kardiovaskular meliputi pernah didiagnosis penyakit jantung dan/atau stroke

Berikut pembahasan mengenai diabetes melitus dalam blog ini meliputi epidemiologi diabetes melitus, definisi diabetes melitus, faktor risiko diabetes melitus, diagnosis dan pemeriksaan penyaring (screening) diabetes melitus, tipe atau klasifikasi diabetes melitus, dan komplikasi diabetes melitus.

Referensi:
  1. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. 2011. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia 2011.
  2. Suyono, Slamet. Diabetes Melitus di Indonesia. Dalam : Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jakarta: InternaPublishing Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM.
  3. Ndraha, Suzanna. 2014. Diabetes Melitus Tipe 2 Dan Tatalaksana Terkini. Medicinus Vol. 27, No. 2, Agustus 2014: 9-16.
  4. Purnamasari, Dyah. Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Melitus. Dalam : Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jakarta: InternaPublishing Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. Jakarta. hlm 423-434.
  6. Soewondo, Pradana. Ketoasidosis Diabetik. Dalam : Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jakarta: InternaPublishing Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM.
  7. Soewondo, Pradana. Koma Hiperosmolar Hiperglikemik Non Ketotik. Dalam : Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jakarta: InternaPublishing Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM.
  8. Soemadji, Djoko Wahono. Hipoglikemia Iatrogenik. Dalam : Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jakarta: InternaPublishing Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM.
  9. Waspadji, Sarwono. Komplikasi Kronik Diabetes: Mekanisme Terjadinya, Diagnosis, dan Strategi Pengelolaan. Dalam : Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV. Jakarta: InternaPublishing Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar